Cabai Rawit & Biaya Pendidikan Sebabkan Inflasi Sulsel 0,36%

Kaisarnews.com – Biaya pendidikan dan cabai rawit tercatat memberi andil terbesar tehadap inflasi yang terjadi di Sulsel pada Agustus 2019.

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel mencatat inflasi Sulsel pada Agustus 2019 yaitu sebesar 0,36% dengan indeks harga konsumen (IHK) 138,99.

Kepala BPS Sulsel, Yos Rusdiasyah menyatakan, periode tahun ajaran baru menjadi pemicu terjadinya inflasi sebab adanya aktivitas pembayaran biaya sekolah baik itu untuk tingkat SD, SMP, SMA, hingga perkuliahan. Hal tersebut dinilai menjadi tren di tiap tahun pada masa ajaran baru.

“Pada periode Agustus 2019 naiknya IHK dengan nilai tertinggi ditempati oleh kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 1,54%,” kata Yos, Senin (2/9/2019).

Selain biaya pendidikan, cabai juga menjadi salah satu komoditas pemicu terjadinya inflasi di Sulsel. Cabai yang merupakan komoditas dari kelompok bahan makanan mengambil andil pada IHK sebesar 0,72%. Diketahui, pada periode tersebut, kenaikan harga cabai di Sulsel memang sempat membuat konsumen menjerit.

Meski begitu, Yos menyebut pada periode selanjutnya tingkat Inflasi di Sulsel bisa lebih terkendali dengan adanya jaminan stabilitas harga dan stok bahan makanan di pasaran. Diprediksi kondisi tersebut akan tetap bertahan hingga dua bulan ke depan pada Oktober dan November.

“Tingkat inflasi ini tidak terlalu besar, masih terkendali. Kita prediksi gejolak inflasi mungkin akan terjadi pada akhir tahun, Desember nanti,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Yos mejelaskan, dari lima daerah IHK di Sulsel, terdapat, empat daerah yang mengalami inflasi di antaranya, Kota Makassar, Parepare, Kabupaten Bulukumba, dan Watampone. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Watampone sebesar 0,72% dengan nilai IHK sebesar 134,96. Sementara satu kota lainnya, yakni Kota Palopo sebesar 0,02% dengan IHK sebesar 136,35.

Adapun laju inflasi sepanjang delapan bulan terakhir (Januari-Agustus) di Sulsel yaitu sebesar 2,28% dan laju inflasi secara tahunan dengan periode yang sama (yoy) sebesar 2,84%.

Leave a Reply

Your email address will not be published.