Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan, IDP Geram pada Data Sampah

Kaisarnews.com – Tidak ada gunanya pertumbuhan ekonomi jika tidak dinikmati masyarakat khususnya para petani.

Hal tersebut menjadi salah satu yang ditegaskan Bupati Luwu Utara, Indah Putti Indriani saat Rapat Tindak Lanjut Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Provinsi Sulawesi Selatan Triwulan II Tahun 2019.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Luwu Utara, PDRB paling besar memang disumbang dari sektor pertanian yakni sekira 55%.

“Tapi dalam beberapa kasus uang mengalir dan paling banyak dinikmati oleh kelompok tertentu dalam hal ini biasa kita sebut tengkulak. Ini menjadi tugas dan tanggungjawab dinas terkait tidak hanya TPHP tapi juga Dinas Ketahanan Pangan untuk segera mengambil langkah dan melakukan pengawasan,” tegas Indah di Aula Bappeda tempat rapat berlangsung, Jumat (9/8) sore kemarin.

Pada rapat yang dipandu Kepala Dinas PUPR, Suaib Mansyur tersebut, Bupati Indah juga sempat geram saat menemukan banyaknya data sampah yang seringkali tidak sesuai fakta di lapangan.

“Seperti salah satu kasus, data yang muncul di BPS menunjukkan Kecamatan Sabbang sama sekali tidak memiliki lahan kakao, sementara kita ketahui bersama Sabbang itu memiliki wilayah yang menjadi kampung kakao,” bebernya.

Menurut bupati perempuan pertama di Sulsel ini, kepedulian SKPD terhadap data masih rendah.”Ketidakpedulian teman-teman SKPD dalam menyiapkan data itu kurang, sehingga saat data tersebut dibutuhkan seringkali menyajikan dan memberikan data sampah,” terang IDP di hadapan para pimpinan SKPD dan peserta rapat lainnya.

Sumber data, lanjut Indah memengaruhi hasil akhir. “Data itu penentu, kalau kita masukkan data sampah, maka hasilnya juga sampah. Jangan sering menyepelekan data, setelah dari sini segera perbaiki data kita di masing-masing instansi,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.